Buntil merupakan nama kuliner khas Purbalingga yang terbuat dari bahan baku utamanya daun keladi atau talas. Daun tersebut jadi pembungkus adonan dengan komposisi teri, parutan kelapa, cabe, kadang ada jengkol atau pete yang sudah diramu dengan aneka bumbu rempah. BACA JUGA:Sejarah Gang Mayong, Pusat Kuliner Legendaris Purbalingga!
Cara membuat: Haluskan semua bumbu isian, lalu tumis. Masukkan kelapa parut, masak sampai matang. Tes rasa. Masukkan teri yang sebelumnya sudah digoreng serta udang rebon. Cuci bersih daun talas, ambil dua lembar dan masukan bahan isian sebanyak ½ sdm. Gulung daun talas lalu ikat dengan tali, lalu kukus di dalam dandang selama 25 menit.
Cara membuat : Cuci bersih daun pepaya. Rebus dengan daun jambu biji dan garam sampai setengah matang untuk menghilangkan pahitnya. Tiriskan. Campur semua bahan isian buntil. Koreksi rasa. Ambil selembar daun pepaya, isi dengan isian buntil. Gulung. Dan lapisi gulungan dengan daun pepaya di luarnya. Ikat buntil supaya isi tidak keluar.
Buntil yakni kuliner atau kuliner tradisional Jawa berupa "parutan daging kelapa yang dicampur dengan teri dan bumbu-bumbu, dibungkus daun singkong, pepaya dan daun talas atau daun keladi di sumatera, lalu direbus dalam santan. Makanan enak ini biasa dijajakan di pasar maupun pedagang kaki lima sebagai lauk untuk nasi.
Soalnya, talas akan membuat kita gatal. Maka dari itu, gunakanlah batang talas sebagai pegangan ketika mengupas talas. Kemudian, talas perlu dilumuri dengan garam sehingga getahnya hilang. Setelah getahnya habis, barulah talas dapat dipotong-potong dan diolah. Kita bisa mengolahnya dengan cara digoreng ataupun dikukus. 4. Aneka Sajian dari Talas
JKeAJUW.
cara buat buntil daun talas